Jumat, 27 Mei 2016

BAJAJ JAKARTA



Bajaj (dilafalkan "ba-jai") merupakan kendaraan beroda tiga yang banyak digunakan di Jakarta. Bajaj diketahui berasal dari India. Nama bajaj sendiri sebenarnya merupakan merek salah satu perusahaan otomotif di India, Bajaj Auto. Bajaj menjadi lebih dikenal lagi setelah adanya Bajaj Bajuri,  diserial komedi yang bercerita tentang seorang supir bajaj. Belakangan, karena diketahui sebagai sumber polusi, bajaj di Jakarta akan segera diganti dengan kendaraan mini lainnya, contohnya seperti Kancil.

Bajaj beroda tiga, satu di depan dan dua di belakang. Untuk di Jakarta, warna bajaj adalah seragam, yaitu oranye. Di pintu depan bajaj, biasanya tertulis daerah operasi bajaj, yang biasanya terbatas pada satu kotamadya saja.

Kapasitas penumpang bajaj adalah dua, atau ditambah satu anak kecil, yang semuanya akan duduk di belakang supir bajaj. Suara bajaj sangatlah memekakkan telinga. Namun, karena fisiknya yang relatif kecil, bajaj dapat diandalkan untuk menerobos kemacetan ibu kota.

MINI COOPER


Sejarah Mini Cooper

Austin Mini Se7en dan Morris Mini-Minor merupakan nama awal dari mobil tersebut. Setelah tahun 1969, nama pabrikan austin dan morris tidak digunakan lagi, sehingga nama resminya adalah Mini. Namun, untuk pasar internasioanal, merek Austin atau Morris tersebut masih dipergunakan.

Selain model sedan, terdapat pula varian-varian dari mobil dengan panjang 3 meter tersebut, antara lain: Mini Van, Mini Pick-up, Mini Moke (yang berbentuk mirip jeep) dan Mini Clubman (dengan bentuk hidung yang kotak). Tapi yang paling terkenal mungkin adalah Mini Cooper (mobil langganan pemenang rally Monte Carlo dan model tunggangannya Mr. Bean di layar kaca).

Mini mengubah paradigma perancangan mobil kecil di seluruh dunia. Tata mesin melintang dengan penggerak roda depan hingga saat itu belum pernah dipakai pabrikan mobil manapun. Posisi ke-empat rodanya memungkinkan pengendaraan yang sangat lincah dan gampang dikendalikan. Tidak heran, mobil ini mampu memenangkan Rally Monte Carlo tahun 1964, 1965 dan 1967, dan selalu masuk tiga teratas dari tahun 1964 sampai 1968.. Dapat dikatakan, apabila melihat mobil sedan mini atau city car masa kini dengan mesin melintang dan berpenggerak roda depan, maka hal tersebut merupakan pengaruh dari mini.

Setelah berproduksi selama 42 tahun, mini akhirnya menghentikan pembuatannya pada tahun 2001, digantikan dengan new Mini hasil desain tim BMW (yang menguasai saham Rover). Jumlah total produksi mini adalah sekitar 5,5 juta mobil, menjadikannya mobil Inggris terlaris sepanjang sejarah. Pada tahun 2001, majalah Autocar menganugerahinya predikat mobil paling berpengaruh abad 20, mengalahkan Ford t dan VW Beetle.

Seiring berjalannya waktu, Mini pun mengalami perbaikan-perbaikan desain. Jendela geser digantikan dengan jendela wind-up. Mesin 850cc digantikan dengan 1000cc, yang kemudian diganti lagi dengan mesin 1275cc. Karburator digantikan dengan injection. Standarisasi disc-brake. Hebatnya, bentuk dasar mini nyaris tidak berubah. Jika dibandingkan antara mini keluaran tahun 1959 dengan mini keluaran tahun 2000, hampir tidak ada perubahan mencolok. (Mini Cooper Indonesia)

VESPA SUPER

Vespa Super merupakan hasil pengembangan dari Vespa 150 (VBB) berbeda dengan Vespa Sprintyang sebenarnya merupakan hasil pengembangan dari Vespa GL (Grand Lusso). Vespa Superdidesign lebih bersiku dan bersudut menggantikan lekukan - lekukan yang halus pada Vespaterdahulu (ndog). Mulai diproduksi sejak tahun 1965 hingga 1979 dalam dua varian yaitu Vespa Super dengan kapasitas mesin 150cc dengan serial rangka VBC1T dan 125cc dengan serial rangka VNC1T. 

Vespa 150 (VBB), pelopor lahirnya Vespa 150 Super 

Vespa 150 Super (VBC) keluaran tahun 1966 - 1967, dengan ciri logo Piaggio berbentuk persegi empat dan tulisan italic "Vespa Super" dengan bahan alumunium berwarna biru gelap
Vespa 125 Super (VNC), hanya diproduksi tahun 1965 hingga tahun 1969 dan keberadaanya sangat langka

Pada perkembangannya, Vespa Super mengalami beberapa kali perubahan design yang dilakukan guna memenangkan persaingan dengan produk motor jepang kala itu dan menghindari kejenuhan pasar. Adapun perubahan design yang terdapat pada Vespa Super yaitu perubahan warna karet handgrip dan karet lis tepong yang awalnya berwarna abu-abu pada Super keluaran tahun 1966 hingga 1972 kemudian berganti warna menjadi hitam hingga akhir produksi Vespa Super.Headset/Stang berbentuk bulat dapat ditemukan pada Vespa Super keluaran tahun 1966 - 1973 (sebagian kecil juga pada Super keluaran tahun 1974)  lalu Piaggio mendesign ulang lampu depan Super berbentuk trapesium hingga akhir produksi tahun 1979. Selain dari itu perubahan design pada Vespa Super sering kali disebabkan oleh peraturan keamanan berkendara di suatu negara. Berikut akan beberapa perubahan pada  Vespa Super: 

VESPA SPRINT VELOCE 1969

Vespa Sprint Veloce (1969-1976)


Vespa Sprint 150 Veloce Produksi Tahun 1969 - 1976

Vespa Sprint Veloce atau yang tertulis di emblem-nya Vespa sprint V. tepat diatas lampu belakangnya memiliki bentuk lampu depan yang bulat dan berukuran lebih besar dari Vespa Super VBB tahun 1960 - 1962 atau Vespa Kongo. Veloce juga memiliki spesifikasi mesin yang telah mengalami peningkatan performa seperti misalnya bagian barrel-nya yang telah memiliki 3 lubang transfer port sehingga rasio kompresinya meningkat menjadi 7,7 : 1 dan tenaga maksimumnya pun naik menjadi 7,7 tenaga kuda pada putaran 5.200 Rpm.

  • Mesin : 2 Tak Silinder Tunggal, Berpendingin Udara 
  • Barrel : 3 Transfer Port 
  • Induksi : Disc Valve
  • Bore : 57 mm
  • Stroke : 57 mm
  • Kapasitas Mesin : 145.5 cc
  • Rasio Kompresi : 7.7: 1
  • Tenaga Maksimum (Bhp pada Rpm) : 7,7 @ 5200
  • Pelumasan : 2% (USA autolube)
  • Sistem Transmisi : 4 kecepatan jala konstan
  • Rasio Gigi :

                       Gigi 1 : 14,46: 1

                       Gigi 2 : 10.28: 1

                       Gigi 3 : 7.36: 1

                       Gigi 4 : 5.36: 1
  • Type Kopling : basah - multiplate
  • Karburator : Dell'Orto SI 20 / 20D
  • Pengapian : kontak pemutus & koil
  • Waktu Pengapian : 22 deg. BTDC
  • Breaker Gap : 0,3-0,5 mm
  • Tegangan : 6 volt
Setelah mengetahui spesifikasi kedua model Vespa Sprint diatas terlihat jelas bahwa perubahan besar pada Sprint Veloce adalah pada bagian mesinnya. Desain diubah dari desain dengan model dua port dengan penambahan port ketiga di bagian ujung atas yang menyebabkan meningkatnya rasio kompresi.

Awalnya model ini mempunyai kekurangan karena tidak memiliki lampu sein, namun semua model Sprint Veloce yang diimpor oleh Amerika Serikat setelah tahun 1973 telah mengalami penambahan lampu untuk tanda berbelok tersebut sebagai perlengkapan standar untuk memenuhi peraturan negara Amerika. Platform Vespa Sprint ini juga dipakai oleh perusahaan motor scooter di India yaitu Bajaj Auto Company untuk model produknya yaitu Bajaj Chetak, yang sukses mengalami penjualan hingga jutaan unit ke seluruh dunia sebagai kloningan Vespa Sprint. Sehingga saat ini beberapa spareparts barunya masih banyak tersedia di pasaran dan banyak dicari oleh mereka yang sedang memerlukan onderdil untuk merestorasi Vespa Sprint-nya. 

VESPA SPRINT 1965

Vespa Sprint (1965-1974)

Vespa Sprint 150 Tahun Produksi 1965 -1974

Vespa Sprint generasi awal ini memiliki kode rangka bodi yang sama dengan model Sprint Veloce yaitu VLB1T. Sekilas tubuh Vespa Sprint ini tidak berbeda jauh dengan Vespa 150 Super yang diproduksi antara tahun 1965-1979 dengan kode frame VBC1T, bentuk lampu depan sudah semi kotak dan tebeng kedua sampingnya juga sudah ramping, namun yang jelas terlihat pada Vespa Sprint yaitu telah menggunakan roda yang berukuran 10 inchi lebih besar dari Vespa Super yang hanya memiliki roda berukuran 8 inchi. Untuk mengetahui dalaman mesin dan bodi Vespa Sprint generasi pertama ini secara detil berikut kami sajikan spesifikasi teknis dari motor Vespa yang satu ini:

  • Mesin : 2-stroke Silinder Tunggal, Berpendingin Udara 
  • Barrel : 2 Transfer Port
  • Induksi : Disc Valve
  • Bore : 57 mm
  • Stroke : 57 mm
  • Kapasitas Mesin : 145.5 cc
  • Rasio Kompresi : 7,5 : 1
  • Daya Maksimal (Bhp pada Rpm) : 7.1 hp @ 5000 Rpm
  • Pelumasan : 2% (USA autolube)
  • Transmisi : 4 Kecepatan jala konstan
  • Drive utama : 22 clutch - poros input 67
  • Rasio Gigi :
                       Gigi 1 : 14,46 : 1
                       Gigi 2 : 10.28 : 1
                       Gigi 3 : 7.36 : 1
                       Gigi 4 : 5.36 : 1

  • Tipe Kopling : Multiplate Basah 
  • Pelumasan : 2%
  • Karburator : Dell'Orto SI 20 / 17D
  • Main Jet : 102
  • Slow running Jet : 42
  • Diffuser : E1
  • Main Air Bleed : 140
  • Throttle Valve : No 0
  • Starter Jet : 60
  • Pengapian : Kontak Pemutus & Koil
  • Waktu Pengapian : 22 deg. BTDC
  • Breaker Gap : 0,3-0,5 mm
  • Tegangan : 6 volt
  • Max Output Stator : 6V - 50W
  • Ukuran Velg Roda : 10 inchi
  • Ukuran Ban : 3.50 x 10
  • Kecepatan Maksimal : 62 mil/jam

PERBEDAAN VESPA KONGO DENGAN VESPA VBB

  • Vespa Kongo di produksi padah tahun 1963

Banyak sumber yang mengatakan bahwa vespa kongo itu di produksi pada tahun 1963, sedangkan untuk vespa VBB sendiri di produksi pada tahun 1961, 1962, VBB1M dan tahun 1964, 1965 VBB2M. Namun banyak juga sumber yang menyebutkan vespa VBB ada juga yang di produksi pada tahun 1963.
  • Vespa kongo Mempunyai Lampu indikator atau lampu cabe 

Vespa kongo mempunyai lampu indikator atau lampu cabe di bagian atas spidometer, berbeda dengan vespa VBB yang mempunyai jengger ayam di atas Spidometernya.
  •  Spidometer vespa Kongo berbentuk Kotak Besar

Untuk Ukuran spidometer vespa kongo sendiri berbentuk kotak. hampir mirip dengan spidometer vespa VNB. namun lebih besar. sedang untuk vespa VBB mempunyai spidometer berbentuk Oval seperti kerang.
  • Ring ban vespa Kongo ukuran R10 

Untuk ukuran bann vespa kongo Ukuran ring 10, sedangkan untuk vespa VBB, menggunkan Ring 8
  • Vespa Kongo mempunyai saklar di handle sebelah kiri

Sedangkan untuk vespa VBB tidak mempunyai saklar di sebelah kiri, namun polos tidak ada satupun saklar apapun.
  •  Ada Tulisan ex Brigade 3 dalam BPKB dalam Vespa kongo

Ini adalah ciri yang sangat unik, dalam buku pemilik kendaraan vespa kongo mempunyai tulisan ex garuda 3. sedangkan untuk di vespa VBB sendiri tidak ada.

  • Vespa Kongo di Produksi di Negara German / Jerman

Vespa Kongo sendiri di produksi di negara Jerman, berbeda dengan vespa VBB yang di produksi di negara italia dalam tempat pembuatnnya. hal ini tentu saja mempunyai ciri ciri unik dan khas masing masing tentunya.

VESPA KONGO

SEJARAH VESPA KONGO


Hasil gambar untuk vespa kongo
VESPA MASUK KE INDONESIA
Vespa masuk ke Indonesia pada tahun 1960 melalui ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) PT Danmotors Vespa Indonesia/DVI di Pulo Gadung Jakarta yang sekarang sudah tidak aktif lagi (sekarang dipegang oleh PT Sentra Kreasi Niaga/SKN sebagai dealer utama saja. Note: Bukan importir atau distributor eksklusif).

VESPA KONGO
Vespa Kongo adalah vespa penghargaan dari pemerintah Indonesia kepada kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Kongo saat itu. Pasukan bernama Kontingen Garuda (disingkat KONGA atau Pasukan Garuda) yang turut diperhitungkan di dunia dibandingkan pasukan perdamaian negara lain itu adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Awalnya, saat Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Mesir langsung mengadakan sidang menteri luar negeri negara-negara Liga Arab dan merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia dengan datang langsung ke Ibu Kota RI waktu itu yaitu Yogyakarta. Untuk membalas budi Mesir dan Liga Arab, Presiden Sukarno membalas pembelaan negara-negara Arab di forum internasional dengan mengunjungi Mesir dan Arab Saudi pada 1956 dan Irak pada April 1960.

Pada 1956 itu, ketika Majelis Umum PBB memutuskan menarik mundur pasukan Inggris, Prancis dan Israel dari wilayah Mesir, Indonesia mendukung keputusan itu dan untuk pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.

KONGA II dikirim ke Kongo pada 1960 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 1.074 orang, bertugas di Kongo September 1960 hingga Mei 1961.

KONGA III dikirim ke Kongo pada 1962 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 3.457 orang, terdiri atas Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur, bertugas hingga akhir 1963. Menpangad Letjen TNI Ahmad Yani pernah berkunjung ke Markas Pasukan PBB di Kongo (ketika itu bernama Zaire) pada tanggal 19 Mei 1963.

Setelah menyelesaikan tugas perdamaian yang berat, Pasukan Garuda menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Vespa (sumber lain mengatakan ada juga penghargaan berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Di pasaran diketahui adanya vespa Kongo tahun 1963 untuk kontingen 2 dan 3. Kurang diketahui apakah kontingen 1 juga mendapatkannya, karena informasi semacam ini tidak mudah didapat. Yang menarik dan tidak diketahui banyak orang, pemberian vespa tersebut tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran dalam hal kepangkatan. Vespa berwarna hijau 150cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, disusul vespa berwarna kuning dan biru 125cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah.

Selain itu guna membedakan vespa tersebut dari vespa lain yang satu tipe, disematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya. Maka berseliweranlah vespa-vespa tersebut di jalan-jalan sehingga vespa dengan pantat bulat tersebut dikenal sebagian masyarakat sebagai vespa Kongo, sementara sebagian lain justru menyamaratakan dengan nama vespa ndog (telur) karena bagian samping kanan kirinya bulat mirip telur.

Vespa Congo tidak diproduksi di Italia melainkan di Jerman. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras daripada Vespa bulat umumnya, vespa ini memiliki tingkat kelengkapan yang lebih daripada vespa buatan Italia yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T).

Jacob Oswald Hoffmann adalah orang Jerman yang berjasa memasukkan vespa ke Jerman. Kerjasama vespa dengan Hoffmann putus awal tahun 1955 karena Hoffmann mendesain model sport sendiri. Kemudian vespa bekerjasama dengan Messerschmitt Co. yang kemudian mengeluarkan produksi vespa pertamanya pada tahun 1955 itu juga. Mereka mengeluarkan dua model yaitu Vespa GS yang di Indonesia sering disebut sebagai GS versi Jerman dan 150 Touren. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957. Vespa GmbH Augsburg kemudian berdiri pada tahun 1958 sebagai sebuah perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Saat kerjasama dengan Augsburg inilah Vespa Congo diorder untuk Indonesia.

Kedua model yang dibuat saat berkongsi dengan Messerchmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan skuter dan diproduksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Selanjutnya, Jerman memilih hanya mengimpor Vespa langsung dari Itali.

Ciri khas Vespa Congo :

1. Spakboard bulat tidak ada sambungannya seperti vespa umumnya.
2. Ring (pelek/teromol) 10 inchi.
3. Punya tonjolan seperti tombol/saklar di sambungan koplingnya (posisi setang sebelah kiri).
4. Spidometer kotak & agak besar (berbeda dengan spidometer VNA/VNB).
5. Ada lambang garuda di body depan sebelah kiri (sekarang jarang yang ada).
6. Di atas spidometer ada lampu kecil seperti lampu cabe.
7. Nomor mesin diawali dengan kode VGLB.
8. Pada BPKB tercantum tulisan ex Brigade Garuda III.